Buronan DPO Syarif Abdullah Asal Kejari Pekanbaru Diringkus Tim Tabur Kejaksaan dan Merugikan Negara 9 Miliar

Pekanbaru,Riau,tvarnews.comBambang Heripurwanto, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau mengungkapkan bahwa Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan telah menangkap buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Penangkapan buronan itu pada, Kamis, 22, Februari, 2024, sekitar pukul 21.00 WIB bertempat di Jalan Brawijaya, No. 17, Kelurahan Tulung Rejo, Kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur.

“DPO asal Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Syarif Abdullah, berusia 68 tahun “jelas Bambang kepada wartawan, Jumat (23/2/2024) di Pekanbaru.

Diterangkan oleh Bambang, Syarif Abdullah merupakan terpidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1645K/Pid.Sus/2008 tanggal 7 Januari 2016. Akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp 9.356.299.014.

“Terpidana Syarif Abdullah divonis dengan hukuman pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp200.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan “jelas Bambang.

Buronan DPO Syarif Abdullah Asal Kejari Pekanbaru Diringkus Tim Tabur Kejaksaan dan Merugikan Negara 9 Miliar
Buronan DPO Syarif Abdullah Asal Kejari Pekanbaru Diringkus Tim Tabur Kejaksaan dan Merugikan Negara 9 Miliar

Selain itu, tambah Bambang, terpidana juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp1.872.854.802. Jika tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan mempunyai hukum tetap (Inkracht) maka harta bendanya dapat disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti, dengan ketentuan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka akan dipidana dengan 3 tahun penjara.

“Saat diamankan, Terpidana Syarif Abdullah bersikap kooperatif sehingga proses pengamanannya berjalan dengan lancar. Selanjutnya, Terpidana dibawa ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri untuk kemudian dilakukan serah terima kepada Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Pekanbaru ” tutup Bambang.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum. Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman

 

(Editor Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *