Kades kembali datangi Pemred PT Media “Malintang Pos”(MP)Group Soal APBDes Tahun 2024

Mandailing Natal,tvarnews.com–Sejumlah kepala desa (Kades) dari beberapa kecamatan kembali mendatangi kantor media “Malintang Pos” (MP) group untuk mengeluhkan adanya program yang harus dimasukkan di APBDes walaupun program tersebut bukan hasil musyawarah desa (Musydes)

“Tolong kami jangan di poto”program yang santer di beritakan di media online yang di terima kades dari dinas PMD dan di serahkan melalui camat,gak kami masukkan,maka pencarian dana desa di persulit, wajib masuk ujar sejumlah kepala desa kepada Iskandar Hasibuan Pemred Media Malintang Pos (MP) group Minggu sore (25/5) di jalan Bermula kel panyabungan ll kecamatan panyabungan kabupaten Mandailing Natal.

Kata mereka program program tersebut gak ada dalam di musyawarahkan dalam musyawarah desa oleh sejumlah oknum kantor camat dan dan Dinas PMD,musydesnya di perobahan APBDes di buatkan agar aman.

Tetapi baik BPD maupun warga kami menolak semua program yang di sampaikan sudah tercantum rapi memang tidak ada tanda tangan tapi wajib masuk di APBDes, mau tidak mau kami masukkan.

Kami sudah sering bincang bincang sesama Kades untuk mencari jalan keluarnya dan tetap kades yang di salahkan dan yang dipersulit dikemudian hari”ujarnya mereka.

Itulah kami datang ke redaksi media Malintang Pos (MP) group agar di sampaikan kepada rekan rekan wartawan kades serba salah dalam masalah APBDes tahun 2024 ini.

Pimpinan umum/penaggung jawab PT Media Malintang Pos (MP) group Iskandar Hasibuan menjawab keluh kesah kades, mengakui telah pernah mempertanyakan program tersebut kepada Kepala Dinas PMD Madina Irzal Peradi.

Waktu itu kadis PMD mengutarakan pihakny tidak pernah memerintahkan penyusunan APBDes seperti yang tercantum di tangan kades, soal program APBDes tahun 2024

Itu hak desa sesuai dengan Musydes mereka,gak ada kita suruh sekali lagi Dinas PMD tidak ada intervensi soal APBDes di setiap desa”ujar Iskandar Hasibuan mengulangi ucapan kadis PMD Madina dihadapan sejumlah kepala desa.

 

(Ismed Harahap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page