Tambang ilegal di Mandailing Natal Salah Siapa?

Mandailing Natal,tvarnews.com-Sekarang ini persoalan Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) dan juga tambang galian c ilegal, sudah jelas jelas merugikan negara dari sektor pajak dan merusak lingkungan meskipun informasinya banyak masyarakat yang sudah menggantungkan hidupnya dalam aktivitas tambang tersebut

Menurut ungkapan Iskandar Hasibuan mantan ketua komisi 1 DPRD (2009-2014) Madina (bidang pendidikan, pemerintahan dan hankam),kepada media via Whatsapp Minggu malam (26/5) bahasa beliau terus memberikan edukasi dan masukan Kepada pemerintah dan polisi agar masalah tambang apa saja yang ilegal, sesuai dengan undang-undang di negara republik Indonesia tetap salah dan tidak di benarkan

Tetapi rakyat/masyarakat /warga ingin menikmati hasil dari daerahnya ? Itu terus pertanyaan yang masuk ke redaksi PT media Malintang Pos group bahkan ada yang meneror wartawan media tersebut.

Mungkin jauh sebelum adanya tambang ilegal ini baik di Batang Natal maupun di kota nopan,muara sipongi,Huta bargot,naga juang dan Siabu pasti warga ingat daerah tersebut aman aman saja dan tidak pernah kedengaran warga yang tidak makan, tidak sekolah serta banyak warga yang menunaikan ibadah haji setiap tahun di Mandailing Natal bahkan quota haji terus bertambah.

Kenapa sekarang banyak warga mengeluh jika tambang ilegal di stop..?Ada yang antara satu sama lain yang gak akur akibat munculnya tambang illegal,meskipun Itu wajar namanya saja masyarakat sudah pro dan kontra soal tambang ilegal.

Tambang ilegal di kota nopan kita ambil contohnya”apakah Bupati,Wakil Bupati, DPR, Polisi dan TNI serta elemen lainnya mengetahui ada tambang ilegal di daerah itu,,?mau tahu jawabannya,pasti mengetahuinya.

Apakah Itu salah, jelas salah Undang undang ada, peraturannya ada,lalu kenapa kenapa di biarkan berlarut larut,kita pulangkan kembali kepada pemerintah kabupaten Mandailing Natal Meraka saja menjawabnya karena sudah dipercaya rakyat dan negara

Padahal, penambang emas tanpa ijin (PETI) dan tambang galian c di Mandailing Natal sudah sangat mengkhawatirkan.

Sejumlah sungai dan hutan atau areal pertanian sudah banyak yang rusak,oleh sebab itu mari kita nikmati hasilnya dua,lima atau sepuluh tahun kedepan masyarakat pasti akarn merasakan dampaknya,siapa yang bisa menjamin tidak akan ada dampaknya, justru akan lebih besar dampak nya makanya pemerintah DPR membuat undangan undang minerba dan undang undang lainnya.

Siapa yang salah…?ia..kita semua mengetahui ada kegiatan tambang ilegal, kalau ada yang tidak merasa bersalah dan disitulah ditunggu kehadiran pemerintah Mandailing Natal.”tutur Iskandar Hasibuan.

 

Jurnalis Ismed Harahap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page