Tembilahan,Inhil,tvarnews.com-Kabar duka menyelimuti pusat pemerintahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Gedung Kantor Bupati yang berlokasi di Jalan Akasia, Tembilahan, dilalap si jago merah pada Selasa malam (6/1/2026).
Peristiwa yang terjadi di tengah ketenangan malam tersebut sontak mengejutkan warga sekitar dan aparatur sipil negara yang berada di area kompleks perkantoran.
Kobaran api pertama kali dilaporkan terlihat sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut keterangan saksi mata di lokasi, api dengan cepat membesar dan menjalar di lantai atas gedung. Berdasarkan identifikasi awal, titik api diduga kuat berasal dari ruangan Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Material yang mudah terbakar di dalam ruangan tersebut membuat api sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Pantauan tim TvArnews.com di lokasi menunjukkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi, disertai pijar api yang terlihat jelas merusak bagian dalam ruangan. Kepanikan sempat terjadi di sekitar lokasi saat warga dan petugas keamanan berusaha mengamankan aset-aset penting dari gedung yang berdekatan.
Merespons kondisi darurat tersebut, Wakil Bupati Indragiri Hilir langsung turun ke lapangan pada pukul 22.19 WIB. Kehadirannya di lokasi dimaksudkan untuk memimpin langsung koordinasi pemadaman dan memastikan keselamatan personil di lapangan. Beliau didampingi oleh jajaran pejabat daerah serta aparat dari TNI/Polri guna memastikan sterilisasi area.
“Saat ini fokus utama adalah pemadaman total dan pencegahan agar api tidak meluas ke blok gedung lainnya. Kami menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian,” ujar salah satu pejabat pendamping di lokasi kejadian.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil mengerahkan sejumlah armada mobil pemadam, dibantu oleh relawan pemadam kebakaran swadaya. Tim petugas bergerak taktis melakukan isolasi api pada titik-titik krusial. Hingga berita ini diturunkan pada pukul 00.30 WIB, petugas masih terus berjibaku melakukan proses pendinginan (cooling) untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum bisa memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran, apakah disebabkan oleh arus pendek listrik atau faktor lainnya. Total kerugian materiil, termasuk dokumen-dokumen penting negara yang tersimpan di ruang Ekonomi dan Kesra, masih dalam tahap pendataan.
Area kantor saat ini telah dipasang garis polisi untuk kepentingan investigasi lebih lanjut oleh Tim Labfor. Masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati lokasi guna kelancaran kerja petugas.
Laporan: Widya Paramitha/TvArnews.com












